JSON Variables

Header Ads

Fast & Food Chapter 5

Sebuah kantor tidak akan lepas dari yang namanya kegiatan menggosip.

Kali ini, ada gossip yang sering dibicarakan oleh supervisor dan karyawan lainnya di bagian finance.

Katanya Pak Riida, Branch Manager tempat ia bekerja sekarang akan digantikan oleh yang lain.

Dilihat dari gelagatnya, sepertinya mereka, para karyawan, terlihat tidak terima bos pujaan hati mereka digantikan oleh orang lain.

Apalagi nasib Pak Riida yang tidak jelas. Dipecatkah? Dimutasikah? Atau mungkin malah naik pangkat?

Tidak ada kabar sama sekali.

Putri sendiri belum pernah bertemu langsung dengan Pak Riida, Branch Manager yang kantornya ada dilantai setingkat lebih tinggi darinya. Setampan apa dirinya, tak bisa meluluhkan hatinya karena ia memang belum bertemu.

Lebih tampan mana dibanding Pres?

****

Sekarang itu bukan masalah besar, karena cowok yang ada dihadapannya sekarang, kegantengannya cuma selevel lebih rendah dibanding Pres. Kulitnya memang berwarna sawo matang, tapi dilihat bagaimanapun, wajahnya tetap saja meneduhkan untuk dilihat. Dialah Fauzan, Branch Manager baru yang dipindahkan bekerja di perusahaan ini dan kini tengah mengadakan kunjungan ke tiap bagian department.

Fauzan mengalihkan pandangannya kepada Putri. Putri yang sedari tadi masih mangap akhirnya tersadar, dan mulai memasang senyum kecil terbaik yang ia miliki: strategi lama menjilat atasan.

“Kau anak magang, Iswari Putri, bukan?”

Putri mengangguk mantap, sedikit merasa berbunga karena Bos barunya itu bisa menyadari keberadaan kecilnya.

“Setelah jam istirahat, tolong menghadap ke ruangan saya, oke?”

“Okkee…” Putri memberikan jawaban lambat-lambat, sedikit tidak mengerti kenapa ia sampai dipanggil secepat ini oleh bos baru.

Ada apa ini? Apakah perusahaan ingin meminta anak magang untuk berhenti?

***

Tok tok tok!

Putri mengetuk ruangan lamat-lamat setelah jam istirahat usai. Tangannya sedikit dingin. Ia gugup. Baru pertama ia dipanggil oleh atasan, tidak ada angin tidak ada hujan.

Apakah ini pertanda baik? Akankah ia diangkat jadi karyawan tetap?

Ataukah ini pertanda buruk? Jangan-jangan ia dipulangkan segera?

“Silahkan masuk.”

Putri masuk ke ruangan dengan gaya setenang mungkin setelah dipersilahkan, demi mendapati sang bos baru menyambutya dengan senyuman lebar. Ah, boss yang begitu menyejukkan. Tidak mungkin kan senyuman hangat itu diiringi dengan kabar bahwa ia akan diberhentikan.

“Putri, aku punya kabar buruk untukmu.”

Deg! Beneran nih? Senyuman menyejukkan tadi tiba-tiba diiringi dengan berita buruk yang tanpa tedeng aling-aling langsung dilontarkan oleh bossnya. Boss, jangan pecat saya Bos!

“Riida titip pesan padamu, mengatakan kalau kepulangannya akan ditunda dua hari ke depan.”

Eh?

Putri mengerutkan kening. Riida? Mantan bos nya?

“Maaf, Pak Fauzan. Maksud Bapak, ngg.. Riida itu… Riida yang mana ya?”

Putri tak punya pilihan untuk bertanya dengan polosnya.

Dan Fauzan yang mendengar jawaban polos situ tak bisa menyembunyikan gelak tawanya.

“Tentu saja, Riida mantan Branch Manager perusahaan ini. Siapa lagi kira-kira Riida yang kita bicarakan?”

Eh? Eeeh? Eeeeeh??!

“Emm, ngg, maaf sekali lagi Pak Fauzan. Kira-kira, kenapa Pak Riida sampai mesti menyampaikan pesan itu kepada saya? Apakah itu pesan yang harus saya sampaikan ke Bu Sri?”

“Lho?” kali ini Fauzan ikut mengerutkan kening. “Riida bilang ia mengenalmu dengan baik. Kau juga mengenalnya dengan baik.”

Putri terdiam. Tiba-tiba sebuah scenario yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya tergambar di benaknya. Tidak, ia tidak ingin membayangkan itu. Tapi selain itu, tidak ada lagi jawaban yang lebih tepat untuk mengisi missing link yang ada dalam cerita yang Fauzan sampaikan. Mungkinkah… mungkinkah…

Ia harus memastikannya.

“Maaf, Pak. Sejujurnya, saya belum pernah bertemu dengan Pak Riida secara langsung sebagai atasan. Tapi saya mengenal seseorang yang.. mungkin… akan saya gambarkan deskripsinya, dan apakah itu orang yang Anda maksud. Ngg, tubuhnya tinggi, sedikit kurus, mukanya cukup oriental, nggg.. agak tampan, gaya bicaranya agak lancang, bisa berbahasa Inggris, Jepang, China, dan Perancis. Kira-kira, apa Bapak mengenal orang itu?”

Fauzan sepertinya berusaha sekuat tenaganya menahan tawa mendengar deskripsi seseorang yang ia kenal betul. Ia jadi heran sendiri. Apa sebenarnya yang sahabatnya lakukan selama bertugas disini sampai-sampai ia ‘menipu’ seorang gadis polos macam Putri.

Fauzan tidak segera memberikan jawaban pasti. Ia malah mengambil sebuah frame photo yang ada di atas meja, lalu menunjukkannya pada Putri.

“Apakah orang yang kau maksudkan adalah cowok ini?”

Fauzan menunjuk sesosok pria yang tampak berdiri berjejeran dengannya di foto tersebut. Putri terbelalak melihat foto yang sudah tidak asing baginya itu.

“Dialah Riida, mantan Branch Manager perusahaan ini.”

Mata Putri semakin terbelalak.
“Tapi, setahu saya orang yang saya deskripsikan barusan namanya Pres, Pak. Mungkin, ada dua orang yang berbeda atau mungkin… kembaran?” Putri masih mencoba menolak kenyataan.

Fauzan senyum-senyum gak jelas mencoba menahan tawa dan mempertahankan kewibawaannya sebagai atasan. Ia kemudian angkat baru.

“Besok-besok coba minta dia untuk memperlihatkan KTP-nya”

Post a Comment

1 Comments

  1. 1xBet korean bitcoin slot machine 1xbet korean
    1xbet korean 제왕 카지노 bitcoin slot machine 1xbet korean. Play, enjoy and win. Win 1xbet BIG. kadangpintar

    ReplyDelete